Kampung Naga, Tempat Kearifan Bertahan

Kampung Naga, yang berarti negeran/pondasi adalah sebuah perkampungan adat yang diapit oleh tebing dan sungai yang mengalir disepanjang wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat. Kehidupan masyarakat yang bersahaja, kearifan tradisi, kekuatan memegang teguh adat istiadat karuhun (leluhur), telah berlangsung sejak bearabad-abad silam.

Rumah dikapung ini amat memiliki keunikan. Beratap ijuk, berlapis daun, terbagi dua ruang, keluarga dan dapur. Kedua ruangan itu sama-sama memiliki daun pintu yang saling bersebelahan dan menghadap keluar. Bangunan bagian dapur dibuat dari anyaman sasak bambu.

Dikampung Naga terdapat 113 rumah termasuk 1 buah bangunan masjid dan beberapa lumbung. Untuk masuk kewilayah kampung Naga, para pengunjung harus melewati kurang lebih 360 jumlah anak tangga. Uniknya, jumlah anak tangga ini kerap berubah-ubah. Setiap pengunjung yang menghitung jumlah anak tangga tak pernah sama hasil hitungannya. Entah apa maknanya, mungkin inilah misteri dari sebuah kearifan yang mencoba bertahan di tengah-tengah arus pragmatism duniawi.

Advertisements

2 thoughts on “Kampung Naga, Tempat Kearifan Bertahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s