Tenun Baduy, Kreatifitas Di Waktu Luang


A Baduy female making a fabric woven with pakara

Hari masih pagi, udara sejuk pun merindingkan bulu-bulu roma disekitar bagian tubuh. Kaum pria sudah meninggalkan rumah sejak subuh untuk pergi ke ladang. Sedangkan kaum ibu sebagian ikut ke ladang dengan suami, sebagian lagi tinggal dirumah mengurus anak. Dibeberapa rumah terdengar suara hentakan pakara. Pakara adalah alat tenun gendong yang digunakan oleh masyarakat Baduy untuk menghasilkan kerajinan dalam bentuk kain tenun. Untuk menghasilkan satu buah kain tenun, dibutuhkan waktu kurang lebih 30 hari lamanya.

Bertenun bukanlah bagian dari pekerjaan pokok mereka, melainkan hanya untuk mengisi waktu luang setelah musim panen tiba. Ada tiga jenis kain tenun yang dihasilkan oleh masyarakat Baduy, selendang kecil, selendang besar samping/sarung dan telekung. Samping pada umumnya berwarna dasar hitam dipadu dengan garis-garis kecil warna biru terang. Samping dapat dijahit dan dibuat menjadi sarung, kulot atau rok. Harga yang ditawarkan pun bermacam-macam, mulai dari harga Rp. 35.000 untuk jenis syal/selendang kecil, hingga harga Rp. 250.000 untuk jenis samping dan telekung.

Set before yarn in weaving

A seller craft baduy in front of her house

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s